STIT Syekh Muhammad Nafis Tabalong Laksanakan Benchmarking Penjaminan Mutu ke UINSI Samarinda

Dalam upaya memperkuat tata kelola perguruan tinggi dan meningkatkan kualitas sistem penjaminan mutu internal, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh Muhammad Nafis Tabalong melaksanakan kegiatan benchmarking ke Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Lembaga Penjaminan Mutu, Gedung Laboratorium Terpadu Lantai 2, Kampus II UINSI Samarinda, Jalan H.A.M. Rifaddin, Loa Janan Ilir, Samarinda.

Kunjungan benchmarking ini menjadi bagian dari komitmen STIT Syekh Muhammad Nafis Tabalong dalam mengembangkan sistem penjaminan mutu yang efektif, terarah, dan berkelanjutan. Melalui kegiatan tersebut, STIT Syekh Muhammad Nafis memperoleh kesempatan untuk mempelajari berbagai praktik baik yang telah diterapkan oleh LPM UINSI Samarinda dalam pengelolaan mutu perguruan tinggi.

Pembahasan dalam kegiatan ini mencakup berbagai ruang lingkup kerja Lembaga Penjaminan Mutu, di antaranya tata kelola kelembagaan, akreditasi program studi dan institusi, Audit Mutu Internal (AMI), Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), surveillance ISO, Rapat Tinjauan Manajemen (RTM), hingga pengembangan instrumen dan sistem informasi mutu.

Ketua LPM STIT Syekh Muhammad Nafis Tabalong, Ubaidillah, M.Pd., bersama Staf LPM, Bagus Setiawan, M.Pd., hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut. Keduanya disambut oleh jajaran LPM UINSI Samarinda yang dipimpin oleh Ketua LPM, Dr. Nur Kholik Afandi, M.Pd., didampingi Sekretaris LPM Muhammad Iswadi, M.S.I., serta para kepala pusat dan staf yang membidangi pengembangan standar mutu, audit mutu internal, akreditasi, kurikulum, inovasi pembelajaran, survei, dan sistem informasi mutu.

Dalam suasana yang penuh keakraban dan semangat kolaboratif, kedua lembaga berdiskusi serta bertukar pengalaman mengenai strategi penguatan budaya mutu di perguruan tinggi. Diskusi juga membahas implementasi siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) dalam SPMI, pengelolaan dokumen mutu, kesiapan menghadapi proses akreditasi, serta mekanisme evaluasi berkelanjutan melalui pelaksanaan AMI dan RTM.

Pada kesempatan tersebut, LPM UINSI Samarinda memaparkan berbagai pengalaman dan praktik terbaik dalam pelaksanaan penjaminan mutu, termasuk penguatan standar mutu, pengelolaan akreditasi, pelaksanaan audit mutu internal, serta kesiapan menghadapi surveillance ISO. Berbagai informasi dan pengalaman yang diperoleh diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi pengembangan sistem penjaminan mutu di lingkungan STIT Syekh Muhammad Nafis Tabalong. Kegiatan benchmarking ini diharapkan memberikan kontribusi positif bagi penguatan sistem penjaminan mutu di STIT Syekh Muhammad Nafis Tabalong, sekaligus memperluas jejaring kemitraan strategis dengan UINSI Samarinda. Dengan semangat kolaborasi dan perbaikan berkelanjutan, STIT Syekh Muhammad Nafis Tabalong terus berupaya mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang berkualitas, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *